Keluarga Buah (Fruit Family) terbentuk di awal tahun 2010 (atau akhir 2009 ya? aduh, bahkan saya lupa – abisnya ngalir begitu aja sih..). Berawal dari pembicaraan tidak penting antara saya dan Dinda Srikandi.
Saya: Kak, kok kakak wanginya kayak mangga sih? Itu parfum laundriannya ya?
Nah, sejak saat itu saya iseng memanggilnya “Gadis yang Beraroma Mangga”. Karena kepanjangan, cuma buntutnya aja deh yang saya pake, “Mangga”, begitu saya memanggilnya.
Dia agak risih juga kali ya saya panggil dengan nama buah kayak gitu (biar lebih valid, tolong Anda klarifikasi di sini ya Mangga), takutnya pas lewat gang senggol si abang tukang rujak langsung nangkep dia dan bilang “Ini mangganya mau dimutilasi? Pake heroin?” (red-tukang rujak yang di gang senggol mengistilahkan buah yang dipotong2 itu dimutilasi dan heroin adalah garam yang dicampur cabe, sejenis bumbu rujak). Hingga suatu hari, setiap saya memanggilnya mangga dia akan membalas dengan memanggil saya nanas.
Saya: kok nanas sih? emang saya berduri?
Dinda: abis kayaknya cocok aja, kamu kan orangnya panas gitu, jadinya panas, nas.. nas.. nanas! hehe…
Saya: -_-”
Predikat mangga dan nanas melekat permanen sejak masa itu. Panggilan mesra (apanya?) itupun semakin hari semakin sering kami ucapkan. Kami merasa semua berjalan baik2 saja hingga suatu hari sebuah perasaan akan butuh adanya keluarga baru menyeruak dalam hati kami. Di saat itu (kebetulan) kami mendeteksi adanya seorang wanita yang cocok untuk mengisi kehampaan ini. Dia adalah Meliana Sari.
Saya: Mangga, siapa dia?
Dinda: Mhely?
Saya: Tidak, Mangga… Segala indera yang ada pada diriku mendeteksi adanya aura buah2an pada dirinya..
Saya dan Dinda: Oh, dia pasti kedondong! Dari luar bulet mulus2 aja, padahal dia memiliki biji yang berduri..
(Mhely lewat..)
Mhely: Assalamu’alaykum…
Saya dan Dinda: Wa’alaykum salam, kedondong…
Mhely: Kedondong??
Saya dan Dinda: hehehehe…
BERSAMBUNG…